Saturday, January 15, 2011
Kebodohan
Posted by Atifa Adlina at 11:31 PM 0 comments
Saturday, January 1, 2011
Harapan
Posted by Atifa Adlina at 1:18 PM 0 comments
penyesalan dan sedikit harapan
Banyak hal yang sudah terlewati dan tidak sempat diceritakan.
Posted by Atifa Adlina at 1:14 PM 0 comments
Wednesday, November 10, 2010
Suku Abui
Suku Abui memiliki pakaian tradisional yang terbuat dari kain sejenis songket. Pakaian pria dan wanita memiliki namanya masing-masing. Untuk pakaian wanita disebut noang sedangkan untuk pakain pria disebut keng. Cara menggunakan pakaian ini sangat mudah karena hanya dililit saja.
Makanan pokok kesehariannya pun bukan nasi, melainkan jagung. Jagung rrebus ini biasa mereka sebut dengan fatmamal. Jagung rebus yang satu ini lain daripada yang lain karena mereka memasaknya dengan setengah matang. Semua itu dimaksudkan agar yang memakan jagung rebus lebih cepat kenyang dan dapat menahan lapar lebih lama.
Masyarakat suku Abui beristirahat dirumah peristirahatan atau tofa. Rumah ini seperti rumah panggung namun dibagian bawahnya ada tempat tambahan. Karena dirumah tersebut pria dan wanitanya tidur secara terpisah. Wanita dibagian atas dan pria dibagian bawah.


itu hanya sedikit tentang Suku Abui.
Walau hidup dengan gaya masih sangat tradisional, bukan berarti mereka tidak memiliki kegiatan setiap harinya. Untuk suku tersebut, pantang yang namanya bermalas-malasan. misalnya, keseharian para laki-laki, baik orang dewasa maupun anak kecil adalah berburu babi, membuat panah, dan membuat rokok dari tembakau yang dilinting. Untuk para wanitanya adalah berkebun, mencari sayuran, memasak dan mengambil air.
Kehidupannya memang sangat sederhana, ditambah mereka tidak merima listrik untuk kesehariannya. Mereka masih berpegang teguh bahwa alam tidak boleh ada yang mengganggu. Yang menarik dari suku ini adalah rasa kebersamaan dan nilai-nilai yang masih dijalankan dengan teguh, disaat gempuran globalisasi dan modernisasi di zaman sekarang. Rasa kebersamaan ini yang membuat Suku ini tetap hidup. Nilai-nilai yang mereka tanamkan terasa tidak ada paksaan ataupun beban, tetapi memang suatu keharusan untuk menjalani hidup apa adanya. Mereka memiliki cara tersendiri untuk menjalani hidupnya. Cara inilah yang seharusnya dapat dicontoh untuk masyarakat yang sudah hilang nilai-nilai akal sehatnya.
toh, tidak ada salahnya untuk banyak belajar dari kebudayaan yang masih bisa dibilang primitif ini. Primitif, tetapi hidup damai lebih baik daripada moderen, tetapi hidup bergelimang kebohongan.
Posted by Atifa Adlina at 10:02 PM 0 comments
Sunday, October 17, 2010
Yes, i will
honestly, sampe sekarang gw belum tahu pasti dengan tujuan gw ke depan natinya mau apa dan bagaimana. gw emang suka baca buku dan ingin belajar menulis. gw tahu caranya menulis, tapi gw belum bisa merangkainya dengan benar sehingga membuatnya lebih bermakna. bermakna buat gw dan orang lain.
kalo gw bilang ke orang gw masuk jurnalistik, yang pertama dibilang pasti "oh, mau jadi wartawan ya?". hemm, gw cuma bisa senyum kalo orang udah ngasih pertanyaan kaya gitu. bukannya nggak mau ya, tapi gw belum bisa memastikan mau apa gw di jurnalistik ini.
yang membuat gw nggak patah semangat di jurnalistik, gw selalu kagum dengan orang-orang didalamnya. gw suka dengan semangatnya anak-anak jurnalistik yang selalu ingin tahu. of course, kita diajarkan untuk seperti itu. the nose of news value.
yang gw tahu di dalam diri gw adalah gw orang yang pembelajar, ingin belajar, selalu ingin tahu, ingin kenal dengan orang banyak, dan membanggakan orang yang kenal dan sayang sama gw. selalu gw tanamkan , hidup itu harus semangat.
yeah, i am who iam.
but i can be the really i am :)
Posted by Atifa Adlina at 8:20 PM 0 comments
Monday, October 4, 2010
This Is Reality, guys
hey, hello there ! ;)
sebenernya gw udah gatau sekarang harus senyum, sedih atau apa?
sejak semester 3 udah aktif, maksudnya pembelajaran udah mulai ketat lagi, , mulai dari situ kehidupan gw bener-bener berubah.
jangan takut dulu bacanya.. hhee
kenapa gw bilang kaya gitu? because of journalism.
ya, gw udah mulai penjurusan dan gw dengan beraninya tanpa gentar masuk jurusan jurnalistik.
daaaaaaaaan, terbukti!
terbukti kata-kata senior gw yang nakut-nakutin tentang jurnalistik.
oke, mulai dari awal masuk jurnalistik, kehidupan gw kaya 'ditempa'.
kesibukan, kengerian, riweuh nya jurnalistik udah mulai kerasa BANGET!
saking udah keselnya, gw udah gabisa berkata apa-apa lagi.
ternyata kaya gini loh, hidup para jurnalis.
keras, dibawah tekanan, dikejar deadline, dan semacamnya lagi.
mau ga mau lo harus bisa nyesuain diri lo secepat mungkin.
kalo nggak? lo bakal kalah sama yang lain.
di jurnal, selembut apa hati lo, lo harus bisa tahan banting, ga cengeng!
ya, ini pelajaran yang paling bisa gw pelajarin, karena mudah-mudahan ini buat masa depan gw nanti.
yang membuat gw merasa beruntung, gw bisa kenal sama dosen-dosen yang hebat!
mudah-mudahan gw bisa terus tough ngejalanin apa yang harus gw jalanin sekarang .
semangaaaaaaats JURNAL 2009 !!!! :)
Posted by Atifa Adlina at 10:18 PM 0 comments
Monday, September 13, 2010
Randomness
Posted by Atifa Adlina at 1:39 PM 0 comments